mana "Mbakomu ????"
07 Agustus 2019 10:39:44 WIB
Petani tembakau di Gunungkidul , khususnya di Desa Giriasih, Kecamatan Purwosari berharap harga tembakau dapat terus stabil. Pasalnya, komoditas ini menjadi salah satu tumpuan hidup saat musim kemarau.
Waluyo,Dukuh Wonolagi, sekaligus petani tembakau, mengatakan saat ini petani tengah merawat tanaman tembakau. Di Giriasih ada beberapa sentra penanaman seperti di Padukuhan Wonolagi, Ngoro-oro dan Trasih. “Kebetulan saya tanam di wilayah Blok Lor Omah Padukuhan Trasih", ujar Waluyo, ketika ditemui SIDASAMEKTA Giriasih.
Menurut dia, tanaman tembakau menjadi salah satu tumpuan hidup para petani saat musim kemarau. Dari sisi hasil, ia tidak menampik pendapatan yang diperoleh lebih besar ketimbang tanaman padi atau tanaman pangan lainnya. “Tembakau bisa panen tiga sampai empat kali untuk sekali musim tanam,” katanya.
Disinggung mengenai harga, Waluyo belum bisa memastikan karena saat ini masih pemeliharaan. Namun jika berpatokan pada harga jual di masa panen tahun lalu, harga tembakau mencapai Rp80.000 per kilogram. Dia berharap pada masa panen nanti harga tembakau tetap stabil sehingga petani tetap mendapatkan untung. “Banyak petani yang menggantungkan asa dari hasil panen tembakau. Salah satunya untuk membiayai sekolah anak hingga tingkat perguruan tinggi. Jadi kami berharap harganya jangan anjlok,” katanya.
Menurut Waluyo, penjualan tembakau bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, daun tembakau dijual saat masih basah. Cara ini lebih cepat untuk mendapatkan uang, tapi dari sisi jumlah tidak banyak karena hanya dihargai sekitar Rp9.000 per kilogram. Kedua, memanen daun tembakau untuk kemudian dikeringkan baru dijual. Dari sisi proses, penjualan daun tembakau kering membutuhkan waktu karena petani harus menunggu dan rutin menjemur daun hingga kering. “Butuh waktu tapi dari sisi hasil daun tembakau kering lebih mahal,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Adi Sukarto, petani tembakau lain di Padukuhan Ngoro-oro. Menurut dia tanaman tembakau sangat membantu petani karena hasil yang didapatkan lebih besar ketimbang tanaman lainnya. “Prospek tanaman tembakau sangat bagus. Jadi kami berharap harganya bisa terus stabil,” katanya.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- PELATIHAN PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN
- Rapat Lintas Instansi Kapanewon Purwosari
- RAPAT KOORDINASI PEMANGKU KEISTIMEWAAN TAHUN 2026
- RAPAT KOORDINASI TPPS KAPANEWON PURWOSARI
- Peraturan Lurah Giriasih Nomor 3 Tahun 2026
- Peraturan Kalurahan Giriasih Nomor 7 Tahun 2025
- Peraturan Kalurahan Giriasih Nomor 1 Tahun 2026
Komentar Terkini
-
Devi Mirnawati
1. Dokumen Anggaran Pendapatan dan Anggaran Belanj...baca selengkapnya
16 Oktober 2025 11:33:13 WIB -
Devi Mirnawati
menyelesaikan tugas kuliah...baca selengkapnya
16 Oktober 2025 04:53:40 WIB -
Kartijan Karsono
"Maju Terus Giriasih Desa-ku, Semoga Menjadi Desa/...baca selengkapnya
13 Januari 2023 14:58:15 WIB -
H. Sutarsa
Subhanallah ...baca selengkapnya
27 Maret 2021 06:55:02 WIB -
Suratijateja
Subkhanalloh. Semoga Desa Giri Asih Semakin MAKMUR...baca selengkapnya
09 Oktober 2020 10:54:15 WIB -
Suharman
Apresiasi untuk berita dan informasi yang disampai...baca selengkapnya
27 September 2017 11:32:12 WIB -
ayu setyo
inspiratif. ...baca selengkapnya
20 Mei 2016 13:01:50 WIB
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |












